Beda Afiliasi Politik, Tiga Pentolan Sanggar Merah Putih Soppeng Duduk Bersama Dorong Sektor Jasa Jadi Pilar Ekonomi Daerah

mediata
Tuesday, March 24, 2026, March 24, 2026 WIB Last Updated 2026-03-24T14:10:30Z
Ketgam : Dari kiri ke kanan Ade Irawan Wahidin(Ketua DPD NasDem  Soppeng),Adi Mannahau (Ketua Harian PSI Soppeng  dan Husain Djunaid SH MH (PDIP)

SOPPENG,MEDIATA.CO.ID-Tiga pentolan Sanggar MERAH PUTIH Soppeng masing masing   Husain Djunaid SH MH (salah seorang pendiri SMPS) kader PDIP , Ade Irawan Wahidin (Mantan Ketua SMPS) Ketua DPD II Partai NasDem Soppeng dan Adi Mannahau(Aktivis SMPS) Ketua Harian PSI Soppeng bertemu dan duduk satu meja di Warkop Olleng membahas  gagasan pengembangan sektor jasa sebagai pilar utama perekonomian daerah,Selasa 24/3/2026.

"Kita melihat bahwa sektor jasa, terutama yang terkait dengan pariwisata dan seni budaya, memiliki peluang besar untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Meskipun kita berasal dari partai yang berbeda, visi kita tentang kemajuan daerah adalah sama," ujar Ade Irawan Wahidin.

Sementara itu, Adi Mannahau, menyorot lantai 3 Pusat Pertokoan yang hingga hari ini tidak dimanfaatkan secara optimal baik untuk kegiatan ekonomi maupun untuk kegiatan lain.

Menurutnya, ruang yang tersedia di lantai 3 Pusper tersebut sebenarnya memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi pusat aktivitas masyarakat, khususnya di sektor jasa dan hiburan.

“Selama ini sudah beberapa kali dimanfaatkan, mulai dari tempat billiard, bioskop, hingga tempat karaoke. Bahkan sempat dijadikan pusat kuliner UMKM, tetapi tidak bertahan lama,” ujarnya.

Menurutnya, kegagalan tersebut harus menjadi bahan evaluasi agar ke depan pemanfaatan ruang ini bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Menanggapi hal itu, Husain Djunaid yang akrab disapa Uceng  menekankan pentingnya mendorong sektor jasa sebagai salah satu pilar utama dalam pembangunan ekonomi daerah.

Menurutnya, daerah seperti Soppeng memiliki peluang besar untuk berkembang melalui sektor jasa jika dikelola dengan baik dan inovatif.

“Kalau kita hanya mengandalkan potensi alam, pertumbuhannya akan terbatas. Tapi sektor jasa bisa berkembang lebih cepat, apalagi kalau didukung dengan ide-ide kreatif seperti ini,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Soppeng dan DPRD Provinsi Sulawesi Selatan itu juga menambahkan bahwa pemanfaatan aset daerah harus dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Ia juga menyinggung pentingnya studi kelayakan sebelum merealisasikan program tersebut, agar investasi yang dilakukan tidak kembali mengalami kegagalan seperti sebelumnya.

“Harus ada kajian yang matang, melihat segmentasi pasar, daya beli masyarakat, serta tren yang berkembang. Jangan sampai hanya semangat di awal, tapi tidak bertahan,” tegasnya.

Selain itu, Uceng yang juga pernah menjabat sebagai Komisaris Utama Jamkrida Sulsel menilai bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas sangat diperlukan untuk memastikan keberhasilan program tersebut.

“Kalau dikelola bersama dan melibatkan komunitas, peluang suksesnya akan jauh lebih besar,” tambah salah satu pendiri sanggar merah putih Soppeng ini.

Pertemuan ketiga pentolan SMPS ini menunjukkan bahwa perbedaan afiliasi politik bukanlah penghalang untuk bekerja sama dalam mengembangkan potensi daerah. Semangat kolaboratif yang ditunjukkan ketiga pentolan Sanggar Merah Putih Soppeng diharapkan dapat menginspirasi berbagai pihak untuk turut berkontribusi dalam membangun ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan.













Komentar

Tampilkan

  • Beda Afiliasi Politik, Tiga Pentolan Sanggar Merah Putih Soppeng Duduk Bersama Dorong Sektor Jasa Jadi Pilar Ekonomi Daerah
  • 0
<>

Terkini

Topik Populer