Ketgam : Ketua Dewan Pendidikan Soppeng Nurmal Idrus terlihat berbincang serius dengan Pemerhati Bola yang juga Manajer Sewo Junior Amrayadi Arafah bahas pembinaan sepak bola usia dini,di Warkop Camidu, Selasa 21/4/2026
SOPPENG,MEDIATA.CO.ID-- Upaya memadukan dunia pendidikan dan olahraga mulai digalakkan di Kabupaten Soppeng. Hal ini terlihat saat pemangku Dewan Pendidikan Soppeng menggelar diskusi dengan pemerhati dan praktisi sepak bola daerah setempat, di Warkop Camidu, Selasa 21/4/2026.
Dalam pertemuan ini Ketua Dewan Pendidikan Soppeng Nurmal Idrus dan Komisioner Dewan Pendidikan Soppeng lainnya Andi Muhammad Zulkarnaen terlihat berbincang serius dengan Pemerhati Bola sekaligus Manajer Tim Sewo Junior Amrayadi Arafah membahas strategi pembinaan olahraga, khususnya sepak bola yang dimulai sejak usia dini di Kabupaten Soppeng.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan generasi muda tidak hanya berfokus pada akademik semata, tetapi juga memperhatikan potensi di bidang olahraga.
Ketua Dewan Pendidikan Soppeng Nurmal Idrus yang juga mantan Humas PSM Makassar menyebut bahwa sepak bola memiliki daya tarik yang besar bagi anak-anak dan remaja.
"Sepak Bola bisa dijadikan sarana efektif untuk pembentukan karakter dan pengembangan bakat anak anak dan remaja di Kabupaten Soppeng" ujar Nurmal.
Dalam diskusi tersebut, kedua belah pihak sepakat bahwa pembinaan usia dini adalah fondasi utama untuk melahirkan atlet yang berkualitas di masa depan. Jika dikelola dengan baik, potensi besar yang dimiliki anak-anak Soppeng bisa digali dan dikembangkan secara maksimal.
Salah satu poin penting yang dibahas adalah mengenai metode pembinaan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Sementara, sebagai pemerhati dan praktisi bola yang saat ini aktif dalam pembinaan sepak bola usia dini, Amrayadi menekankan bahwa latihan di usia dini tidak boleh sama dengan latihan tim senior.
"Fokus harus lebih kepada penguasaan teknik dasar, koordinasi gerak, dan yang terpenting adalah menciptakan suasana yang menyenangkan dan tidak membebani anak"ujar Amrayadi
Selain aspek teknis, diskusi juga menyentuh aspek pendidikan karakter. Sepak bola dianggap sebagai media yang sangat baik untuk menanamkan nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama tim, tanggung jawab, sportivitas, dan kejujuran yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dari hasil diskusi ini, Amrayadi berharap akan ada langkah-langkah konkret yang akan diambil. Di antaranya adalah penyusunan program pembinaan yang terstruktur dan berjenjang, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga remaja.
"Mudah mudahan nanti ada kerjasama konkrit dengan Dewan Pendidikan Soppeng terkait kerjasama dalam penyediaan fasilitas, pelatihan bagi pelatih, hingga penyelenggaraan kompetisi yang ramah anak"tandas Amrayadi



