Ketgam : Penyerahan Surat Mandat Khusus atau Diskresi dari Ketua Umum DPP Partai Golkar Kepada Ilham Arief Sirajuddin, Rabu 24/6/2026
JAKARTA, MEDIATA.CO.ID – Tokoh senior sekaligus politisi berpengalaman, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) atau yang akrab disapa IAS, kini telah memegang mandat dan wewenang khusus berupa diskresi langsung dari Ketua Umum DPP Partai Golkar yang dikeluarkan di Jakarta, Rabu 24/6/2026
Keputusan pemberian diskresi disebut diambil setelah pertemuan intensif antara Bahlil Lahadalia, Plt Ketua DPD I Golkar Sulsel Muhidin M Said, dan IAS pada Selasa (23/6/2026) malam.
Informasi tersebut diungkapkan langsung oleh salah satu kader senior Golkar Sulsel, Supriansa, yang menyaksikan secara langsung penyerahan surat tersebut.
"Saya menyaksikan langsung Ketua Umum menyerahkan diskresi kepada Pak Aco," ungkap Supriansa, Rabu (24/6/2026).
Pemberian diskresi Ketum DPP Golkar ini menjadikan posisi IAS sebagai salah satu kandidat terkuat dengan peluang paling terbuka untuk memimpin Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Selatan pada masa mendatang.
Diskresi yang diberikan Ketua Umum Golkar kepada IAS bukan sekadar dukungan biasa, melainkan bentuk kepercayaan penuh sekaligus pengakuan atas kemampuan, rekam jejak, dan jaringan yang dimiliki tokoh asal Sulawesi Selatan ini.
Dalam dinamika politik partai, dukungan langsung dari pucuk pimpinan nasional menjadi penentu utama yang mempermudah konsolidasi kekuatan di tingkat daerah.
Pihak di lingkungan DPP Golkar menyebutkan bahwa kepercayaan ini diberikan karena IAS dinilai mampu menjembatani berbagai kepentingan kelompok yang ada di Sulawesi Selatan, daerah yang dikenal sebagai salah satu benteng kekuatan utama Partai Golkar di wilayah Indonesia Timur.
Pengalaman panjang IAS dalam struktur kepengurusan partai, kemampuannya mengelola persatuan, serta rekam jejak kinerja di lembaga legislatif maupun eksekutif menjadi alasan utama pertimbangan tersebut.
Pasca masa transisi kepemimpinan di tingkat daerah, struktur di DPD Golkar SulSel kini membutuhkan sosok yang mampu menyatukan kembali barisan, memperkuat kerja sama antar-kabupaten/kota, serta mempersiapkan partai menghadapi pesta demokrasi mendatang.
Di tengah situasi tersebut, dukungan resmi dan mandat khusus dari pusat membuat peluang IAS semakin melebar dan jauh lebih besar dibandingkan nama-nama lain yang beredar di percakapan politik lokal.



