Pembangunan Jembatan Kessing Dinilai MTak Sesuai Ketentuan, DPP LIPAN Siap Turun Pantau Kondisi Lapangan

mediata
Monday, April 27, 2026, April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T13:50:17Z
 
Jembatan Desa Kessing Kec Donri Donri Kabupaten Soppeng

SOPPENG, MEDIATA.CO.ID-- Kondisi Jembatan Kessing yang terletak di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan yang saat ini menjadi sorotan publik setelah ditemukan sejumlah kerusakan serius di jembatan ini, menarik perhatian Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  Lantera Independen Pemerhati Aspirasi Nusantara ( LIPAN ) untuk segera menurunkan timnya melakukan pemantauan lapangan terhadap pembangunan jembatan yang menelan anggaran APBD Soppeng TA 2025 sebesar Rp. 4.307.814.470.
Ir Muchtar Baso MT

Ketua DPP LIPAN Ir Muchtar Baso MT kepada Mediata, Ahad 26/4/2026 mengatakan pihaknya akan turun ke lokasi untuk melakukan serangkaian pemantauan salah satunya melakukan Test Beton dengan memakai  alat Jack Hammer.

" Kami akan tinjau dulu di lokasi agar ada pertimbangan teknis dan melakukan Tes Beton, apakah sesuai dengan Karakteristik Beton sesuai JMD yang direncanakan ( spesifikasi )" 

"Harus diperiksa Mutu Beton karena saya baca tidak ada pengetesan  menggunakan alat, hanya dilihat secara Manual.Jika terjadi lendutan pada plat jembatan,berarti terjadi Kesalahan Teknis Pada Balok Gelagar"ungkap Dosen Teknik Sipil ini.  

Menurut Muchtar, tidak tertutup kemungkinan bila dalam hasil peninjauannya dilapangan ditemukan penyimpangan spesifikasi pekerjaan,pihaknya akan membawa masalah ini ke Aparat Penegak Hukum.

"Kita lihat nanti,tergantung hasil peninjauan kami dilapangan" ujarnya

Sebelumnya, Ketua LSM Pelita Keadilan, Nur Alam Abra, menilai pihak pelaksana, CV Fayutama Jaya Karya, tidak mengindahkan saran lisan dari salah satu pemeriksa dari Inspektorat terkait perbaikan kerusakan yang terjadi padajembatan tersebut. Sabtu, (26/4/2026). 

Nur Alam Abra mengungkapkan, perbaikan yang dilakukan pihak rekanan dinilai tidak maksimal.

 “Mereka hanya menambal bagian yang tergenang air, sementara permukaan jembatan secara keseluruhan tidak diaspal dan masih terlihat tidak rata,” ujarnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, 
pihak Inspektorat yang mendampingi BPK saat turun memeriksa kondisi jembatan ini diketahui  telah memberikan saran secara lisan kepada rekanan untuk memperbaiki beberapa bagian jembatan yang mengalami kerusakan.

“Pemeriksaan kemarin kami dalam status pendamping BPK. Namun secara lisan kami sudah menyarankan agar talud dan bahu jembatan yang retak diperbaiki secara menyeluruh, serta permukaan lantai yang tidak rata atau melenduk agar diratakan menggunakan aspal,” ujar H Ashar dari Inspektorat.

Secara visual, banyak kejanggalan yang terlihat pada konstruksi jembatan yang sudah diperbaiki diantaranya  sambungan yang tidak presisi dan retakan yang muncul di titik-titik kritis hanya ditambal dibagian bagian tertentu dan  berpotensi membahayakan keselamatan jembatan di masa mendatang.

Kondisi ini membuat masyarakat merasa khawatir dan mendesak pihak berwenang untuk segera mengambil tindakan tegas agar kerusakan tidak semakin parah dan tidak berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jembatan ini di masa mendatang. 

Menanggapi soal tersebut, Direktur CV Fayutama Jaya Karya, Reza Ansani Pary yang coba dikonfirmasi pada Ahad 26/4/2026 melalui pesan WA maupun panggilan tak kunjung membalas permintaan konfirmasi.

Sejumlah pihak merespon positif pemberitaan terkait jembatan ini,karena memberi kesempatan kepada pihak rekanan untuk melakukan perbaikan sebelum masa retensi proyek berakhir.

"Karena kalau masa pemeliharaan sudah habis lantas kondisi jembatan masih seperti sekarang, ini menjadi pintu masuk bagi APH untuk melakukan penyelidikan dan menelisik potensi pelanggaran hukum terhadap proyek ini" ujar salah seorang warga.

Komentar

Tampilkan

  • Pembangunan Jembatan Kessing Dinilai MTak Sesuai Ketentuan, DPP LIPAN Siap Turun Pantau Kondisi Lapangan
  • 0
<>

Terkini

Topik Populer