Ribuan Pelayat Antar Jenazah Pung Cambang, Tokoh Kharismatik Soppeng ke Peristirahatan Terakhir

mediata
Monday, April 27, 2026, April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-28T04:30:36Z
SOPPENG,MEDIATA.CO.ID-- Suasana duka mendalam menyelimuti Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, saat ribuan orang dari berbagai kalangan berkumpul untuk mengantar jenazah Andi Akbar Singke atau yang akrab disapa Pung Cambang ke tempat peristirahatan terakhir.nya.
Bupati Soppeng H Suwardi Haseng

Tokoh kharismatik ini mengembuskan napas terakhir pada Senin, 27 April 2026, pukul 11.50 WITA di RSUD Latemmamala Soppeng, setelah menjalani perawatan intensif selama satu minggu dan dimakamkan di Appalaringengnge, Cangadi, Kabupaten Soppeng, Selasa 28/4/2026.

Sejak jenazah tiba di rumah duka di Lajoa, Kelurahan Jennae, ribuan pelayat terus berdatangan silih berganti. Mereka datang tidak hanya dari wilayah Soppeng, tetapi juga dari daerah sekitar seperti Wajo dan wilayah lainnya di Sulawesi Selatan.

Kerumunan massa memenuhi halaman rumah duka hingga jalanan sekitar, menunjukkan betapa besarnya pengaruh dan kasih sayang masyarakat terhadap sosok almarhum.
 
Suasana penuh haru terasa begitu kental. Isak tangis keluarga dan kerabat dekat sesekali pecah, sementara para pelayat tampak khidmat memberikan penghormatan terakhir. 

Mayoritas mengenakan pakaian berwarna gelap sebagai tanda duka cita, dan karangan bunga dari berbagai instansi, organisasi, dan perorangan berjajar rapi di sekitar lokasi.

Sosok Pung Cambang sendiri dikenal luas sebagai tokoh masyarakat yang humanis, sederhana, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Ia memiliki perjalanan politik yang panjang dan cemerlang, pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Soppeng selama dua periode dari Partai Golkar, serta kemudian menjadi anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Partai NasDem.
 
Tidak hanya dalam bidang politik, ia juga sangat terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan, sehingga menjadi figur yang dituakan dan dijadikan panutan oleh banyak orang.
 
Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dalam sambutannya saat pelepasan jenazah menyampaikan duka cita yang mendalam. Ia menilai kepergian Pung Cambang sebagai kehilangan besar bagi masyarakat Soppeng. 

"Almarhum adalah sosok yang 'tau malabo na mabessa'—santun, bijaksana, dan selalu menjadi panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Jasa dan pengabdiannya untuk daerah akan selalu kita kenang," ujarnya.
 
Tokoh-tokoh lain, baik dari kalangan pemerintahan, politik, maupun masyarakat umum, juga turut menyampaikan belasungkawa. Mereka mengenang Pung Cambang sebagai orang yang selalu humanis dan memiliki hati yang luas untuk membantu sesama.
 
Prosesi pemakaman berjalan dengan khidmat dan tertib. Setelah salat jenazah dilaksanakan secara berjamaah, jenazah kemudian dibawa ke lokasi pemakaman. Ribuan pelayat berjalan beriringan mengiringi peti jenazah, menciptakan pemandangan yang sangat mengharukan.
 
Doa-doa terus terlantun memohon agar Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, mengampuni segala dosanya, dan memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Keluarga yang ditinggalkan juga diharapkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
 
Kepergian Pung Cambang memang meninggalkan kekosongan yang besar. Namun, jejak kebaikan, kebijaksanaan, dan pengabdiannya akan tetap hidup di hati masyarakat Soppeng dan semua orang yang pernah mengenalnya. Ia akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh terbesar yang pernah dimiliki oleh daerah tersebut.
Komentar

Tampilkan

  • Ribuan Pelayat Antar Jenazah Pung Cambang, Tokoh Kharismatik Soppeng ke Peristirahatan Terakhir
  • 0
<>

Terkini

Topik Populer