Ketgam : Sejumlah karyawan PDAM bekerja keras tanggulangi kebocoran pipa di Jalan Buccello, Selasa 26/6/2026
SOPPENG,MEDIATA.CO. ID – Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Ompo Kabupaten Soppeng terus berjuang keras mengatasi dua masalah utama yang mengganggu layanan air bersih bagi ribuan pelanggan beberapa waktu terakhir.
Maraknya kebocoran pada jaringan pipa tua serta kerusakan dan kemacetan operasional pompa di sejumlah titik sumber air dan stasiun pompa utama menjadi masalah yang dihadapi PDAM saat ini.
Kondisi ini membuat aliran air sering terhenti, bertekanan rendah, atau bahkan sama sekali tidak mengalir, yang memicu keluhan luas dari masyarakat di berbagai wilayah kecamatan, mulai dari Lalabata, Marioriwawo, hingga Lili Rilau.
Berdasarkan data teknis PDAM, sebagian besar pipa distribusi yang beroperasi saat ini sudah berusia di atas 20 hingga 30 tahun. Banyak pipa yang terbuat dari bahan besi tua atau semen yang kini mengalami korosi, rapuh, dan mudah pecah akibat tekanan air maupun pergerakan tanah.
Kebocoran terjadi hampir setiap hari di titik-titik berbeda, baik pipa utama maupun cabang, menyebabkan ribuan meter kubik air terbuang sia-sia setiap bulannya, sekaligus menurunkan tekanan air yang sampai ke rumah warga.
Di sisi lain, peralatan pompa yang menjadi tulang punggung penyaluran air juga banyak yang sudah menua, sering macet, rusak mekanis, atau mengalami gangguan listrik, ditambah kesulitan mendapatkan suku cadang yang sesuai dan biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Direktur Utama PDAM Soppeng Hasanauddin kepada Mediata.co id,Rabu 27/6/2026 mengakui tantangan ini sangat berat, namun menegaskan seluruh jajaran teknis dan staf dikerahkan siaga 24 jam untuk penanganan secepatnya.
“Setiap ada laporan kebocoran atau gangguan pompa, tim langsung turun ke lokasi. Kami bekerja lembur, bahkan hari libur, demi memulihkan layanan secepat mungkin. Memang kendala pipa tua dan peralatan terbatas menjadi hambatan utama, tapi kami tidak berhenti berusaha,” ujarnya, Rabu (27/5/2026).
Beberapa langkah perbaikan yangbsaat ini dilakukan Perumdam Tirta Ompo saat ini diantaranya perbaikan mesin pompa air di IKK Takalala yang mengalami kerusakan dan tidak beroperasi (pompa terbakar) hampir dua bulan ini.
" Alhamdulillah, perbaikan pompa sudah kita lakukan setelah dibawa ke Makassar,pompanya sudah baik tetapi masih terkendala dengan kabel panel yang lembab(basah)"
"Kami sudah mengecek untuk pengadaan kabel tapi stoknya tidak ada di Makassar. Akhirnya,kabel yang ada sekarang kami bawa ke Makassar di tempat service pompa untuk dikeringkan.Semoga cepat normal dan kami dapat mengoperasikan pompa ini kembali"
Lanjut dikatakannya, "Untuk wilayah dalam kota Watansoppeng diantaranya layanan di jalan Kesatria yang dikeluhkan warga beberapa waktu lalu, kini sudah mengalir kembali setelah sebelumnya ada pekerjaan wash out (pembersihan) pada Instalasi di poros Jalan Kesatria." Ujarnya
Dari pantauan Mediata.co.id, petugas kebocoran dari Perumdam Tirta Ompo dalam waktu beberapa hari ini terus berjibaku melakukan perbaikan dan penggantian pipa di jalur jalur yang sering bocor.
Direktur PDAM Soppeng juga mengimbau masyarakat untuk tetap sabar dan turut membantu dengan cara melaporkan setiap kebocoran yang terlihat langsung ke kantor atau layanan pengaduan, serta menggunakan air secara hemat agar ketersediaan lebih terjaga.
"Komitmen perbaikan terus digencarkan, dengan target setiap kebocoran yang terdeteksi akan segera dilakukan penanganan yang lebih cepat dan tepat sasaran" tandasnya
Meski perjuangan belum selesai, upaya berkelanjutan ini menjadi bukti bahwa PDAM Soppeng bertekad untuk terus mewujudkan layanan air bersih yang lancar, cukup, dan berkualitas bagi seluruh warga Kabupaten Soppeng.



