Menakar Langkah Politik Suwardi Haseng: Rebut Ketua Golkar Soppeng Atau Berlabuh di Partai Gerindra?

mediata
Thursday, July 16, 2026, July 16, 2026 WIB Last Updated 2026-07-16T16:06:53Z

Oleh : Agus Setiawan PH Rauf
 
SOPPENG,MEDIATA.CO.ID – Jelang Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Selatan yang digelar Sabtu, 18 Juli 2026, perbincangan hangat masyarakat Soppeng tidak hanya terbatas pada  peta perebutan tampuk pimpinan DPD I Partai Golkar SulSel  antara Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dan Munafri Arifuddin,tetapi juga menyasar  nama Suwardi Haseng, politisi senior yang kini menjabat Bupati Soppeng sekaligus Wakil Ketua I DPD I Golkar Sulsel.

Langkah politiknya kini menjadi teka-teki: paska Musda XI Partai Golkar Sulawesi Selatan, akankah ia tetap bertahan dan mencoba bertarung merebut Pimpinan  Golkar Soppeng yang saat ini dipegang H Andi Kaswadi Razak atau memilih hijrah dan berlabuh ke Partai Gerindra?
 
Dipartai Golkar sendiri, H  Suwardi Haseng bukanlah tokoh sembarangan. Karier politiknya terukir panjang di tubuh Golkar: mulai dari anggota DPRD Soppeng tiga periode, kemudian naik ke DPRD Sulsel, hingga kini dipercaya memegang jabatan Wakil Ketua I DPD I Golkar Sulsel, sekaligus menjabat Bupati Soppeng terpilih hasil Pilkada 2024. 

Ia memiliki basis massa yang kokoh di wilayah Soppeng bagian timur, didukung kekuatan ekonomi dan jejak rekam perjalanan politik yang mumpuni.
 
Namun, jalur menuju kursi Ketua DPD II Golkar Soppeng diprediksi akan menjadi jalan yang terjal bila Musda Golkar SulSel  memilih Ilham Arief Sirajuddin yang telah menjadi rahasia umum punya kedekatan emosional yang lebih erat dengan kubu H Andi Kaswadi Razak. Kedekatan emosional ini, memicu persepsi publik, bahwa IAS akan lebih cenderung menjatuhkan pilihan pada H A Kaswadi Razak dibanding H Suwardi Haseng. 

Posisi Suwardi Haseng di Golkar sebenarnya sangat strategis. Sebagai Wakil Ketua I, ia adalah orang nomor dua di struktur kepemimpinan saat ini. Namun, dinamika jelang Musda menunjukkan arah yang berbeda. Ketidakhadiran Suwardi di beberapa agenda konsolidasi partai belakangan ini memicu isu adanya ketegangan internal, meski ia membantah dan menyebut soal undangan adalah penyebabnya.
 
Di sisi lain, komitmen Suwardi terhadap Golkar tak diragukan. Ia telah puluhan tahun mengabdi di partai beringin, dan kemenangan di Soppeng merupakan bukti nyata kekuatan mesin partai tempatnya berkiprah selama ini. 

Meski peluang menjadi ketua DPD II Golkar Soppeng saat ini terlihat agak terhambat akibat dukungan yang terpecah, masih terbuka kemungkinan ia mendapat peran strategis dalam kepengurusan baru di DPD I Partai Golkar SulSel —misalnya menjaga posisi Wakil Ketua—jika memilih tetap setia.
 
Di tengah ketidakpastian posisinya di Golkar, berhembus kencang kabar bahwa Suwardi Haseng mulai membuka komunikasi dengan jajaran pimpinan Partai Gerindra. Isu ini makin menguat seiring kedekatan politik Gerindra dengan pemerintahan pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto, serta posisi Gerindra yang kini menjadi partai penguasa terbesar.
 
Bagi Suwardi, pindah ke Gerindra bisa menjadi langkah cerdas dan strategis. Sebagai Bupati yang sedang menjabat, dukungan partai yang berkuasa di pusat akan sangat membantu kelancaran pembangunan dan akses anggaran daerah. Gerindra sendiri sangat membutuhkan tokoh-tokoh kuat berbasis massa di daerah untuk memperkuat struktur organisasi dan memenangkan pemilu mendatang.

Dengan modal kekuatan di Soppeng dan jaringan di Sulsel, Suwardi pasti akan disambut dengan posisi tawar tinggi di Gerindra.
 
Namun, keputusan ini bukan tanpa risiko. Meninggalkan Golkar berarti melepaskan sejarah panjang pengabdian dan jaringan kader yang sudah puluhan tahun dibangun. Belum tentu seluruh pendukung setianya mau ikut beralih haluan. 
 
Kini, Suwardi Haseng berdiri di persimpangan jalan. Tetap di Golkar berarti harus bersabar, menerima kemungkinan tidak memegang pucuk pimpinan tertinggi, namun tetap menjaga marwah dan pengaruh yang sudah ada. 

Sebaliknya, melangkah ke Gerindra membuka peluang baru, tantangan baru, dan kemungkinan peran yang lebih menonjol di panggung politik nasional—namun harus siap memulai lembaran baru.
 
Apapun keputusan yang diambil, satu hal pasti: nama Suwardi Haseng tetap menjadi salah satu tokoh kunci yang menentukan arah peta politik di Soppeng ke depan. Kita tunggu saja, arah mana yang akan dipilih politisi yang juga Bupati Soppeng ini.

*Penulis : Mantan Politisi PDIP Yang Kini Berprofesi Sebagai Jurnalis
Komentar

Tampilkan

  • Menakar Langkah Politik Suwardi Haseng: Rebut Ketua Golkar Soppeng Atau Berlabuh di Partai Gerindra?
  • 0
<>

Terkini