SOPPENG,MEDIATA.CO.ID--Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Maros menjadi momen bersejarah bagi Kabupaten Soppeng. Tidak hanya sekadar mengirimkan perwakilan, namun tahun ini membawa terobosan baru dalam sistem rekrutmen dan pembinaan atlet, yaitu dengan melibatkan secara aktif lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, Pondok Pesantren.
Pemilihan atlet dan pembentukan kafilah yang sebelumnya lebih banyak bersumber dari seleksi umum antar kecamatan atau sekolah formal, kini dibuka selebar-lebarnya bagi para santri.
Pemerintah Kabupaten Soppeng bersama Kantor Kementerian Agama melihat potensi besar yang dimiliki oleh pondok pesantren dalam mencetak generasi penghafal dan pembaca Al-Qur’an yang berkualitas.
Kabag Kesra Setda Soppeng kepada Mediata.co.id, Andi Taufik Adam Ahad, 19/4/2026 menyebut tahun 2026 ini pihaknya melibatkan pesantren dalam pembentukan kafilah MTQ Kabupaten Soppeng.
" Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini kami melibatkan pesantren dan menjadi langkah strategis untuk memaksimalkan potensi yang sudah ada"
"Sebelum berangkat ke Maros, kafilah Soppeng yang berjumlah 20 orang ini telah menjalani pembinaan intensif, di mana beberapa di antaranya mendapatkan bimbingan langsung dari ustadz dan kyai di lingkungan pesantren"ujarnya
Lebih jauh Andi Taufik mengungkapkan bahwa meskipun dalam ajang MTQ kali ini hasil yang diraih belum sepenuhnya memuaskan, keikutsertaan pesantren menjadi titik awal yang baik untuk perbaikan di masa depan.
"Meskipun tantangan di tingkat provinsi sangat berat karena bertemu dengan kafilah terbaik dari 24 kabupaten/kota lainnya, namun formula baru ini menjadi investasi jangka panjang"
" Ke depannya, sistem rekrutmen yang melibatkan pesantren ini diharapkan menjadi standar baru yang terus dilaksanakan demi melahirkan qari dan qariah kelas nasional dari Bumi Latemmamala"urainya
Sekadar diketahui, di Soppeng sendiri, terdapat sejumlah pesantren yang fokus pada pengembangan kemampuan tilawah dan tahfizh, seperti Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Al-Imam Hafsh yang didirikan pada 2019 dan memiliki ciri khas takhassus tahfizhul Qur’an, serta Pondok Pesantren Yasrib yang sering melahirkan santri berprestasi di berbagai lomba tilawah tingkat kabupaten .



