SOPPENG,MEDIATA.CO.ID– Suasana politik di Kabupaten Soppeng mendadak heboh pasca gelaran dialog publik bertajuk “Ayo Ngopi” yang digelar DPD Partai NasDem, di Cafe Saromase, Jumat (24/7/2026).
Kegiatan yang mengupas kinerja pemerintahan Suwardi Haseng–Selle KS Dalle (SUKSES) selama satu setengah tahun berjalan itu berujung kejutan.
Pasalnya, seorang kader Partai Gerindra tiba-tiba menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah ditegur pimpinan partainya. Apa sebenarnya yang terjadi?
Kejadian bermula saat Abd Rasyid, kader Gerindra yang hadir mewakili partai dalam forum terbuka tersebut, menyampaikan sejumlah pernyataan yang diantaranya harapan agar komunikasi antara partai pengusung Suwardi Haseng - Selle KS Dalle termasuk Partai Gerindra lebih ditingkatkan.
Pernyataan itu disampaikan secara terbuka di hadapan unsur partai politik, tokoh masyarakat, dan awak media.
Namun, tak berselang lama setelah kegiatan usai, pernyataan itu justru memicu reaksi keras dari pimpinan Gerindra Kabupaten Soppeng Dra. Hj. Henny Latif dan memberikan klarifikasi tegas terkait pernyataan salah satu kadernya yang dinilai tidak mencerminkan sikap resmi partai.
Henny Latif membantah keras anggapan yang menyebut adanya kebuntuan komunikasi antara Partai Gerindra dengan pemerintahan pasangan SUKSES. Menurutnya, selama kurang lebih satu setengah tahun kepemimpinan Suwardi Haseng - Selle KS Dalle, komunikasi dan sinergi antara Gerindra dengan pemerintah daerah tetap berjalan dengan baik.
"Jika ada pihak atau kader yang menyampaikan bahwa komunikasi tidak berjalan baik, itu perlu diluruskan karena lebih merupakan opini pribadi, bukan sikap organisasi Partai Gerindra," tegas Henny.
Ia menambahkan bahwa pernyataan kader tersebut sama sekali tidak mewakili sikap resmi DPC Partai Gerindra Kabupaten Soppeng.
"Apa yang disampaikan kader itu adalah pendapat pribadinya, bukan mewakili Partai Gerindra. Pada prinsipnya, selama masa jabatan pasangan SUKSES, kami selalu memberikan dukungan dan hubungan kami sangat harmonis," ujarnya.
Kini, publik bertanya-tanya: Apakah pernyataan yang disampaikan Abd Rasyid terlalu tajam hingga melenceng dari garis kebijakan partai? Atau ada kesalahpahaman pemahaman saat forum berlangsung? Yang jelas, insiden ini menjadi pelajaran penting tentang etika berpendapat di ruang publik, serta bagaimana setiap kader harus memegang teguh garis organisasi saat berbicara mewakili partai. Hingga saat ini, situasi sudah mulai mereda setelah permohonan maaf disampaikan.
Di sisi lain, pelaksanaan dialog "Ayo Ngopi" justru mendapat apresiasi dari masyarakat yang hadir. Salah seorang tokoh masyarakat menilai kegiatan seperti ini menjadi wadah yang sehat untuk membangun komunikasi antara partai politik, pemerintah, dan masyarakat.
Menurutnya, forum diskusi terbuka tidak hanya menjadi ruang menyampaikan apresiasi terhadap capaian pemerintah, tetapi juga tempat menyampaikan kritik dan masukan secara konstruktif.
"Jangan hanya satu partai yang membuat kegiatan seperti ini. Kalau perlu semua partai pengusung pasangan SUKSES menggelar forum serupa agar masyarakat bisa berdiskusi, memberikan kritik dan saran demi kemajuan Kabupaten Soppeng ke depan," katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Soppeng, Ade Irawan, menjelaskan bahwa dialog tersebut merupakan bentuk tanggung jawab politik sebagai partai pengusung sekaligus wujud kecintaan NasDem terhadap pemerintah daerah.
"Kegiatan ini merupakan salah satu cara kami menunjukkan kecintaan kepada pemerintah daerah sekaligus membuka ruang dialog dengan masyarakat untuk mengevaluasi dan memberikan masukan terhadap jalannya pemerintahan," tandas Ade Irawan.
Sekadar diketahui selain Partai NasDem, acara dialog ini juga dihadiri oleh Ketua Partai Demokrat, Sekretaris Partai Golkar, Partai Gerindra, sejumlah Pimpinan Organisasi Media, LSM,Ormas, Organisasi Mahasiswa dan sejumlah tokoh masyarakat.



