Proyek Bernilai Milyaran di Soppeng Terancam Ambruk Gegara Talud Jalan Diduga Dikerja Tak Sesuai Spesifikasi

mediata
Thursday, July 23, 2026, July 23, 2026 WIB Last Updated 2026-07-24T01:07:06Z
SOPPENG,MEDIATA.CO.ID – Sebuah proyek peningkatan jalan bernilai milyaran rupiah yang berlokasi di poros jalan Leworeng - Desa Tottong- Desa Kessing Kecamatan Donri Donri  Kabupaten Soppeng  diprediksi tak akan bertahan lama  dan  berpotensi membahayakan pengguna jalan. 


Pasalnya, struktur penahan tanah atau talud yang menjadi pondasi utama jalan tersebut dikerjakan terkesan asal-asalan, tidak memenuhi standar teknis, dan diduga kuat mengabaikan aspek kualitas serta keamanan.
 Pantauan di lapangan,Kamis 22/7/2026  memperlihatkan kondisi talud yang belum lama selesai dibangun sudah memperlihatkan tanda-tanda kerusakan serius. 

Susunan batu dan semen terlihat tidak rapat, bahkan di beberapa bagian terlihat keropos dan berpotensi longsor sewaktu-waktu. Hal ini tentu menimbulkan kekhawatiran besar, mengingat proyek tersebut dibangun dengan biaya yang diambil dari uang rakyat yang tidak sedikit.
 
Warga sekitar dan pengguna jalan sudah mulai menyuarakan kegelisahannya. Mereka menilai pengerjaan yang dilakukan oleh kontraktor pelaksana sangat tidak bertanggung jawab. 

Padahal, talud merupakan elemen krusial untuk menopang badan jalan agar tetap kokoh, terutama di area yang memiliki kontur tanah miring atau tidak stabil. Jika pondasi penahan tanah ini lemah, maka tinggal menunggu waktu seluruh badan jalan ikut runtuh.
 
"Sangat disayangkan, biayanya sudah milyaran rupiah, tapi hasilnya seperti ini. Belum dipakai lama sudah ada retakan, taludnya terlihat rapuh. Kami takut jika hujan deras datang, jalan ini bisa langsung ambruk," ungkap salah satu warga yang enggan disebut namanya
 
Dugaan kuat mengarah pada praktik penghematan material yang dilakukan pihak kontraktor demi meraup keuntungan sebesar-besarnya. Diduga, campuran semen dan pasir tidak sesuai takaran spesifikasi teknis, sementara pengerjaan dilakukan dengan terburu-buru tanpa pengawasan ketat. Padahal, pengawasan dari dinas terkait seharusnya menjadi benteng utama agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan awet.
 
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Soppeng Andi Haeruddin yang saat ini juga menjabat sebagai Plt Sekda Soppeng yang ditemui di ruang kerjanya terkait soal ini, langsung menghubungi Alimuddin Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada  proyek ini.

" Tolong ditindak lanjuti soal ini, suruh kontraktornya bertangung jawab" ujarnya memberi perintah lewat telpon.

 
Masyarakat berharap aparat pengawasan dan penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan audit kualitas proyek. Jika terbukti ada kelalaian maupun indikasi penyimpangan, kontraktor beserta pihak yang bertanggung jawab harus ditindak tegas dan membenahi kerusakan tersebut tanpa membebani anggaran negara kembali.
 
Kondisi ini menjadi bukti nyata betapa merugikannya praktik pengerjaan asal-asalan dalam proyek pembangunan daerah. Jika dibiarkan, bukan hanya kerugian materiil negara yang timbul, melainkan nyawa pengguna jalan juga terancam bahaya sewaktu-waktu.

Sekadar diketahui, proyek jalan ini yang bernilai Rp. 4.874.313.460, dikerjakan oleh CV ALFA ALMAHYRA JAYA dengan sumber Anggaran berasal dari APBD Soppeng Tahun 2025.
Komentar

Tampilkan

  • Proyek Bernilai Milyaran di Soppeng Terancam Ambruk Gegara Talud Jalan Diduga Dikerja Tak Sesuai Spesifikasi
  • 0
<>

Terkini