Konstruksi Jembatan Dinilai 'Agak Lain' dan Retak di Banyak Tempat, Proyek Ini Berpotensi Dinyatakan Total Loss

mediata
Monday, April 13, 2026, April 13, 2026 WIB Last Updated 2026-04-14T05:40:38Z

SOPPENG,MEDIATA.CO.ID – Kondisi fisik  Jembatan Kessing yang belum cukup setahun dikerjakan kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya, struktur konstruksi jembatan tersebut dinilai memiliki bentuk yang "agak lain" atau menyimpang dari standar teknis yang seharusnya, ditambah dengan munculnya keretakan di berbagai titik yang dinilai membahayakan keselamatan.

Merespons hal tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Soppeng Drs A Haeruddin MSi yang dikonfirmasi via  WAnya, Senin 13/4/2025 menyebut bahwa masalah ini sudah ditindaklanjuti pihaknya dan memerintahkan pihak kontraktor untuk segera memperbaikinya.


" PPTK nya sudah turun ke lapangan dan memeriksa kondisi jembatan. Dari hasil pemeriksaan dilapangan,bagian yang retak ini adalah bagian oprit (talud) dan bukan badan jembatan. Kami  meminta  pihak kontraktor bertanggung jawab dan segera memperbaikinya"ungkapnya

Soal lantai jembatan yang terlihat melendut atau melengkung ke bawah sehingga terlihat ujung jembatan lebih tinggi dimasing masing ujungnya dan lantai jembatan di bagian tengah terlihat lebih rendah. Andi Haeruddin mengungkap masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari tim teknis.

" Terkait lantai jembatan yang terlihat melenduk,saya masih menunggu penjelasan dari bagian tehnis"ungkapnya 

Sementara, salah seorang auditor Inspektorat Kabupaten Soppeng yang dimintai tanggapan terkait hal ini menyebut pihaknya belum bisa turun kelapangan sebelum ada rekomendasi dari Instansi Teknis.

"Belum ada rekomendasi dari Instansi Teknis. Mengenai kondisi lantai jembatan yang melendut, kalau misalnya ada keretakan mudah mudahan hanya dibagian plat,kalau sampai baloknya yang retak,  jembatan ini berpotensi dinyatakan Total Loss" ungkapnya

Dalam dunia konstruksi, total loss (kerugian total) umumnya merujuk pada situasi di mana kerusakan pada proyek, bangunan, atau peralatan konstruksi sudah sangat parah sehingga tidak mungkin atau tidak ekonomis untuk diperbaiki kembali. Konsep ini juga sering dikaitkan dengan kerugian keuangan negara akibat kegagalan proyek. 

Dalam pemberitaan sebelumnya, salah seorang warga Desa Kessing Nur Alam Abra yang juga Ketua LSM Pelita Keadilan  mengungkapkan kekhawatirannya melihat kondisi jembatan yang menurutnya rawan ambruk.

 "Saat melintas, kadang terasa ada getaran yang cukup kuat. Apalagi jika ada kendaraan berat lewat, rasanya jembatan ini tidak kuat menahan beban. Kami sangat khawatir jika suatu saat terjadi hal yang tidak diinginkan," ujar Lalang sapaan akrab Nur Alam Abra dengan nada cemas.

Nur Alam Abra menyebut kerusakan kerusakan yang terjadi pada jembatan tersebut kemungkinan disebabkan oleh beberapa faktor. Mulai dari proses konstruksi yang kurang teliti, kurangnya pengawasan saat pembangunan hingga kurangnya perawatan pasca pembangunan.

"Sangat disayangkan kalau kondisi jembatan seperti ini.  Apalagi Jembatan Kessing  merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan beberapa wilayah, sehingga jika terjadi kerusakan parah atau bahkan roboh, akan mengganggu kelancaran transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat"tandas Lalang

Diketahui proyek pekerjaan pergantian jembatan Toddang Saloe Kessing /Ruas Paddangeng-Leworeng dengan nilai anggaran sebesar Rp. 4.307.814.470  dikerjakan oleh CV Fayutama Jaya Karya dengan sumber dana APBD tahun 2025.



Komentar

Tampilkan

  • Konstruksi Jembatan Dinilai 'Agak Lain' dan Retak di Banyak Tempat, Proyek Ini Berpotensi Dinyatakan Total Loss
  • 0
<>

Terkini